Belajar Sambil Makan

Suka belajar? Eits, jangan lari saat mendengar kata ini.

Suka makan? Bukan suka lagi, malah tiada hari tanpa makan. Benar apa benar?

Sebenarnya apa sih yang membuat sungkan belajar? dan apa yang membuat suka makan?

Belajar menjadikan pusing, makan menjadikan kita kenyang. Makan itu ciri-ciri makhluk hidup. Jangan salah, belajar juga ciri-ciri makhluk hidup lho! Buktinya makhluk hidup beradaptasi(baca: Belajar dengan lingkungan)

Didunia ini emua proses. Dan salah satu proses-proes tersebut adalah belajar. Dengan belajar kita bisa mengenal dunia, Dengan belajar kita bisa kaya, dengan belajar kita bisa meraih mimpi, dan mendapat apapun yang kita inginkan, termasuk makanan.

Bagaimana mau sukses kalau belajar saja tidak mau? kita harus merajut benang asa sedikit demi sedikit untuk bisa meraih mimpi. Pak Bondan Winarno(Wisata kuliner) yang kerjanya cuma makan gratis plus dibayar saja harus belajar. Padahal secara logika, menilai masakaan itu gampang BeGeTe. Tapi untuk bisa seperti sekarang, Pak Bondan belajar dari pengalamannya menjadi kuli tinta(baca: wartawan). Pengen makan GRATIS kayak Pak Bondan tha? Maknyus …

Terus bagaimana, masih males belajar nih?

TENANG ! Masih ada udang dibalik batu untuk dimasak.

Mari kita mulai rubah pola pikir kita. Belajar bukan untuk sebuah kewajiban, tapi kebutuhan sama halnya seperti makan, wajib apa butuh? butuh tha? Dengan seperti itu, kita bisa ikhlas belajar. Tanpa belajar, ‘seharian kita akan merasa lapar akan ilmu pengetahuan’, itulah yang akan ada dalam pikiran kita. ‘No day without new knowledge’

Dalam seporsi makanan sudah tentu ada nasi (makanan pokok) dan lauk. Nasi merupakan ilmu agama yang notabenenya wajib, fardhu ‘ain dipelajari, dan lauk adalah ilmu umum. Tanpa nasi makanan jadi tidak memuaskan. Apalagi orang jawa yang fanatik dengan nasi, meski sudah makan berkilo-kilo roti, tetap saja dikata belum makan sebelum makan nasi. Tapi kalau kita hanya makan nasi, kita tidak akan pernah tahu apa rasa makanan orang lain yang bisa lebih enak dan sempurna bila digandeng dengan nasi.

Bagaimana kalau sudah jenuh dengan menu yang itu-itu saja?

Memang manusia secara naluriyah gampang bosen. Apalagi didukung warna makanan yang hitam dan putih. Sebenarnya kita bisa mengatur pola makan ilmu kita. Sepintar-pintar kita memutar otak agar tidak terjadi kejenuhan makanan(belajar). Membuat variasi dalam belajar bisa menjadi solusi jitu mengatasi racun kejemuan. Belajar tidak cuma membaca, lebih variatif lagi kalau digabung sama permainan atau wisata. internet juga punya banyak variasi belajar lho. Tapi tetp ingat kalau ‘Membaca itu membuka jendela dunia’

Bagaimana, sudah bisa belajar sambil makan? Siap kan? Harus siap itu ! ekian tips belajar ala Chef Atah.

Facebook Comments

Leave a Reply

Comments are closed.